Perseteruan Apple melawan Samsung di pengadilan San Jose, Amerika Serikat yang berlangsung seru sejak pertama kali dimulai lebih dari 15 bulan lalu. Pertarungan 2 vendor gadget top dunia di meja hijau ini telah menjadi pusat perhatian dunia. Apple mengklaim ada 7 buah paten miliknya dijiplak pada 21 perangkat Samsung sementara pihak Samsung meminta royalti atas 5 buah paten miliknya yang ditiru Apple.

Samsung Phones Before After iPhone Apple Version via GadgetGaul.comimage via allthingsd

Tujuh paten yang Apple anggap Samsung jiplak adalah

1) Bounce back
Berfungsi saat pengguna melihat foto dalam album, dimana saat memilih sebuah foto, pengguna bisa menggeser ke kiri atau kanan sedangkan saat kembali ke halaman utama foto bisa ditarik ke bawah atau ke atas.

2) Single scroll, pinch to zoom
Berfungsi saat pengguna memperbesar atau memperkecil suatu halaman atau gambar dengan dua tangan atau sekali cubit.

3) Tap to zoom
Berfungsi saat pengguna membesarkan dan mengecilkan suatu halaman dengan 1 atau 2 kali ketukan

4) Tampilan fisik depan
Tampilan fisik depan ponsel Samsung Fascinate, Galaxy S, Galaxy S 4G, AT&T Galaxy SII, international Galaxy SII, the T-Mobile Galaxy SII, Galaxy SII Epic 4G Touch, Galaxy SII Skyrocket, Galaxy S Showcase, Infuse 4G, Mesmerize, dan Vibrant dianggap terlalu mirip dengan tampilan fisik depan iPhone.

5) Tampilan fisik belakang
Tampilan fisik belakang ponsel Samsung Galaxy S, the Galaxy S 4G, dan Vibrant dianggap terlalu mirip dengan tampilan fisik belakang iPhone.

6) Home Screen
Antarmuka halaman depan perangkat lunak ponsel Samsung Captivate, Continuum, Droid Charge, Epic 4G, Fascinate, Galaxy S, Galaxy S 4G, Galaxy S Showcase, Gem, Indulge, Infuse 4G, Mesmerize, dan Vibrant terlalu mirip dengan antarmuka halaman depan perangkat lunak iPhone

7) Desain iPad
Desain tablet Samsung Galaxy Tab 10.1 dinilai terlalu mirip dengan desain iPad yang telah dipatenkan Apple.

Samsung Phone Before After iPhone own Version by GadgetGaul.comimage via androidpit.com

Untuk memenangkan pertarungan di pengadilan San Jose, Amerika Serikat ini, Apple menyewa lembaga hukum Morisson Foerster dengan tarif US$526 atau sekitar Rp5.089.000 per jam. Sementara Samsung menyewa lembaga hukum Quinn Emanuel Urquhart & Sullivan dengan tarif US$529 atau sekitar Rp5.118.000 per jam.

Klimaksnya terjadi ketika beberapa hari lalu muncul putusan dari 9 orang tim juri yang menolak tiap klaim paten yang diajukan oleh Samsung dan memenangkan Apple. Tim juri menghukum Samsung untuk membayar denda US$1.05 milliar atau sekitar Rp10.15 milliar kepada Apple. Denda ini jauh lebih murah dibandingkan tuntutan yang diajukan oleh Apple sebelumnya yakni sebesar US$2.5 milliar atau sekitar Rp24.12 milliar.

Kini putusan tim juri itu berada di tangan seorang hakim keturunan Korea Selatan bernama Lucy Koh yang memimpin persidangan, apakah pengadilan akan memerintahkan eksekusi atas putusan tim juri atau tidak.

Tidak cukup dengan denda US$1.05 milliar yang harus dibayar Samsung tersebut, Apple juga meminta pengadilan untuk melarang penjualan 8 produk Samsung berikut di Amerika Serikat :

1. Galaxy S 4G
2. Galaxy S2 AT&T
3. Galaxy S2
4. Galaxy S2 T-Mobile
5. Galaxy S2 Epic 4G
6. Galaxy S Showcase
7. Droid Charge
8. Galaxy Prevail

Komentar resmi Apple atas putusan tim juri :

We are grateful to the jury for their service and for investing the time to listen to our story and we were thrilled to be able to finally tell it. The mountain of evidence presented during the trail showed that Samsung’s copying went far deeper than even we knew. The lawsuits between Apple and Samsung were about much more than patents or money. They were about values. At Apple, we value originality and innovation and pour our lives into making the best products on earth. We make these products to delight our customers, not for our competitors to flagrantly copy. We applaud the court for finding Samsung’s behavior willful and for sending a loud and clear message that stealing isn’t right.

Komentar resmi Samsung atas putusan tim juri :

Today’s verdict should not be viewed as a win for Apple, but as a loss for the American consumer. It will lead to fewer choices, less innovation, and potentially higher prices. It is unfortunate that patent law can be manipulated to give one company a monopoly over rectangles with rounded corners, or technology that is being improved every day by Samsung and other companies. Consumers have the right to choices, and they know what they are buying when they purchase Samsung products. This is not the final word in this case or in battles being waged in courts and tribunals around the world, some of which have already rejected many of Apple’s claims. Samsung will continue to innovate and offer choices for the consumer.

Komentar resmi Google atas putusan tim juri :

The court of appeals will review both infringement and the validity of the patent claims. Most of these don’t relate to the core Android operating system, and several are being re-examined by the US Patent Office. The mobile industry is moving fast and all players – including newcomers – are building upon ideas that have been around for decades. We work with our partners to give consumers innovative and affordable products, and we don’t want anything to limit that.

Membayar denda US$1.05 milliar kepada Apple bukan masalah bagi Samsung yang saat ini memiliki uang tunai sekitar US$21 milliar namun dengan kekalahan di pengadilan San Jose, Amerika Serikat ini membuat kapitalisasi pasar saham Samsung langsung turun 7.5% atau sekitar US$12 milliar dan kapitalisasi pasar saham Apple naik US$10.6 milliar yang sekaligus menobatkan Apple sebagai perusahaan bernilai paling tinggi di muka bumi saat ini dengan nilai US$633 milliar.

Tidak hanya di Amerika Serikat, perseteruan pengadilan Apple dan Samsung juga terjadi di negara-negara berikut :

Korea Selatan : Samsung tidak melanggar paten desain Apple, dalam hal ini iPhone. Namun demikian, baik Apple dan Samsung dinyatakan tetap melanggar paten lainnya. Samsung didenda 25 juta won karena melanggar paten Apple terkait fungsi bouncing back ketika user melakukan scrooling dokumen elektronik. Sedangkan Apple juga melanggar dua paten nirkabel Samsung dan didenda 40 juta won.

Jerman : Pengadilan melarang Samsung menjual Galaxy Tab 10.1 karena sangat menyerupai iPad. Larangan ini berlaku di seluruh Eropa. Keputusan ini memaksa Samsung memodifikasi beberapa hal yang di Galaxy Tab 10.1 yang dinilai menjiplak Apple agar dapat dijual kembali.

Australia : Apple mempermasalahkan Galaxy Tab 10.1 yang sempat dilarang penjualannya di Australia terkait pelanggaran paten. Namun kemudian Samsung berhasil meyakinkan pengadilan agar Galaxy Tab 10.1 dijual kembali. Samsung juga berupaya memperjuangkan 7 paten nirkabel yang diklaim sebagai miliknya. Sampai saat ini, persidangan antara keduanya masih berlangsung.

Belanda : Pengadilan memutuskan Apple melanggar paten Samsung terkait teknologi untuk menghubungkan ponsel atau tablet ke internet. Gadget Apple yang dinilai melanggar adalah iPhone 3G, 3GS, 4, iPad 1 dan iPad 2. Dengan demikian Apple harus membayar denda sesuai dengan jumlah penjualan perangkat tersebut di Belanda per tanggal 4 Agustus 2010.

Inggris : Samsung menang, bahkan mempermalukan Apple. Hakim pengadilan memerintahkan Apple mengakui secara terbuka bahwa Samsung tidak menjiplak desain iPad seperti yang dituduhkan selama ini. Pernyataan Apple harus dipublikasikan di web Apple Inggris selama 6 bulan dan diiklankan pada sejumlah surat kabar dan majalah terkemuka Inggris dengan menyertakan detail putusan yang dikeluarkan pengadilan yang menyatakan bahwa Samsung tidak bersalah atas tuduhan Apple.

Samsung vs Apple Joke via GadgetGaul.com

featured image via reutersArtikel Menarik Lainnya:

The following two tabs change content below.