Kabar yang cukup mengejutkan datang dari media sosial yang masih populer hingga saat ini, Twitter. Seperti yang kita tahu, selama ini jumlah karakter dalam satu cuitan/tweet dibatasi hanya 140. Kini, batasan tersebut dinaikkan 2 kali lipat, hingga 280 karakter.

Kabar ini langsung disampaikan melalui blog resmi Twitter maupun co-founder dan CEO Twitter sendiri, Jack Dorsey. Lewat sebuah tweet, Jack menyampaikan alasan kenapa Twitter tertarik untuk menambahkan batasan karakter menjadi 280. Alasan utama kenapa dari awal mempunyai limit 140 karakter adalah supaya satu tweet muat dalam pesan SMS (bagi yang menggunakan fitur SMS terdahulu). Karena per SMS memiliki batas maksimal 160 karakter, Twitter memberi limit 140 karakter untuk tweet, dan sisa 20 karakter untuk username.

IMG_20170927_111105-01

Salah satu tweet pertama yang ditulis dengan 279 karakter.

Dengan batasan 140 karakter, pengguna Twitter akan menghadapi dua pilihan jika ingin menyampaikan pendapat yang cukup panjang; menyingkat tulisan, atau membuat tweet berseri. Di sisi positifnya, pengguna Twitter didorong untuk berpikir lebih kreatif dengan batasan tersebut. Namun pihak Twitter memiliki pendapat lain.

“Kami ingin setiap orang di seluruh dunia dapat dengan mudah mengekspresikan diri mereka di Twitter, jadi kami melakukan sesuatu yang baru: kami akan mencoba batas yang lebih panjang, 280 karakter, dalam bahasa yang terpengaruh oleh limitasi karakter (yaitu semua kecuali bahasa Jepang, Cina dan Korea),” ujar Aliza Rosen, Product Manager Twitter. Mereka menemukan fakta jika hanya 0,4% tweet dalam bahasa Jepang pernah menyentuh limit 140 karakter. Berbeda dengan tweet berbahasa Inggris yang terbatasi limit hingga 9%, seperti yang digambarkan pada chart berikut.

more-chars-1.png.img.fullhd.medium

“Kami mengerti, banyak dari Anda telah mengirim tweet selama bertahun-tahun, dan mungkin ada keterikatan emosional dengan limit 140 karakter — kami juga merasakannya. Kami sangat antusias untuk membagikan informasi ini, dan akan terus menginformasikan apa yang kami lihat dan apa yang akan terjadi selanjutnya.”

Fitur ini sedang diuji coba pada kelompok tertentu untuk sementara waktu, sambil terus menerima pendapat dari pengguna Twitter. Sampai siang ini, cukup banyak pengguna Twitter yang mengeluhkan keputusan yang diambil oleh Twitter. Saat fitur edit tweet kerap diusulkan, Twitter seolah tidak peduli dan malah menambah limit karakter yang bagi netizen tidak perlu dilakukan. Namun beberapa netizen asal Jerman menyambut inisiasi ini dengan senang hati, karena menurut mereka cukup susah untuk berekspresi dalam bahasa Jerman dengan limit 140 karakter.

more-chars-3.png.img.fullhd.medium

Perbandingan tweet dengan pesan yang sama, dikirim dalam tiga bahasa berbeda.

Jack juga mengingatkan jika kelak limit karakter jadi dinaikkan, pengguna Twitter tidak perlu melulu mengirim tweet sejumlah 280 karakter. Jika memang 140 karakter dirasa cukup, maka tetaplah menggunakan 140 karakter. Lantas bagaimana menurut Gadgeteers, sebaiknya ditambahkan saja, atau lebih baik menambahkan fitur edit tweet? Tulis pendapat kalian pada kolom komentar di bawah ya.

Via: blog.twitter.com

WN 

Artikel Menarik Lainnya:

The following two tabs change content below.
Tech & gadget enthusiast. Part of @nokianesia. @prasetyoh on Twitter.