Rencana Foxconn membangun pabrik di Indonesia telah bergulir sejak pertengahan tahun 2012 silam. Kala itu menteri perindustrian M.S. Hidayat mengatakan bahwa Foxconn akan membangun pabrik di Kawasan Industri Cikande yang berada di Provinsi Banten. Pabrik tahap pertama tersebut sedianya akan siap untuk mulai memproduksi 3 juta ponsel pada akhir tahun tersebut. Rencana tersebut tak kunjung terwujud.

Satu tahun berlalu Menteri Perindustrian M.S. Hidayat di sela-sela acara pertemuan puncak Forum Pemred di Nusa Dua, Bali sempat menyatakan Foxconn pasti akan membangun pabrik di Indonesia pada tahun 2013. Pembangunan pabrik Foxconn tersebut sedianya akan dilakukan pada lahan Agung Sedayu Group seluas 50 hektar di Jawa Barat. Belakangan, Menteri Perindustrian M.S. Hidayat pun mengakui rencana pembangunan pabrik Foxconn di Indonesia akan molor hingga awal 2014.

Hari ini (07/02) Chairman Foxconn, Terry Gou memastikan akan membangun pabrik di Jakarta dengan melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. Pabrik tahap pertama senilai US$1 milliar (sekitar Rp12 triliun) tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 20 hektar di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) di Jakarta Utara yang berlokasi dekat dengan Pelabuhan Tanjung Priok.

Jokowi-MoU-Foxconn-GGgambar via DetikINET

Chairman Foxconn, Terry Gou mengungkapkan keputusan perusahaannya memilih untuk membangun pabrik di Indonesia dan bukan negara lain adalah karena kekayaan sumber daya alam dan sumber daya anak-anak muda Indonesia yang sangat melimpah. Sedang keputusannya membangun pabrik di Jakarta setelah ia 5 tahun berkeliling Indonesia untuk mencari lokasi adalah karena Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo yang sangat serius mempersiapkan investasi Foxconn mulai dari kemudahan perizinan hingga penyediaan lahan.

Saat ini Foxconn telah mengantongi pesanan dari Blackberry untuk membuat ponsel BB10.2 murah dengan konektivitas 3G tanpa papan ketik fisik. CEO baru Blackberry, John Chen berharap mereka dapat merilis Blackberry yang diberi codename Jakarta tersebut pada Bulan Maret atau paling lambat Bulan April 2014. BlackBerry menyebutkan Foxconn akan membantu mereka untuk mendesain perangkat keras ponsel selama 5 tahun sehingga BlackBerry dapat tetap fokus pada pengembangan perangkat lunak.

Sebagai informasi, PT Tera Data selaku pemegang merek Axioo telah meresmikan pabrik ponsel dan tablet di Cakung dan Sunter dengan kapasitas 750.000 unit/tahun pada Oktober 2013 silam dengan nilai investasi sekitar US$10-15 Juta (Rp120-180 milliar). Sementara itu Polytron juga telah melakukan uji coba produksi ponsel pada Desember 2013 di pabrik barunya yang terletak di Kudus, Jawa Tengah. Dengan pabrik baru tersebut, Polytron menargetkan produksi 30.000 unit ponsel setiap bulannya kepada Kementrian Perindustrian.

Operator CDMA Smartfren dikabarkan juga tengah mempertimbangkan untuk membangun pabrik ponsel Andromax di Indonesia. Tahun 2013 Smartfren berhasil menempatkan Andromax menjadi merek ponsel terlaris ke-2 di Indonesia, mengalahkan Blackberry yang harus puas turun peringkat ke posisi ke-3. Di tahun 2014 keterbatasan kemampuan produksi pabrik perusahaan rekanan Smartfren di Tiongkok menjadi salah satu tantangan untuk mewujudkan impian angka penjualan Andromax mendekati Samsung sebagai pemimpin pasar ponsel cerdas di Indonesia.

Dalam wawancaranya kepada DetikINET, Roberto Saputra, Head of Brand & MarComm Smartfren di Hotel Vasanti, Bali mengungkapkan bahwa mereka masih dalam tahap penjajakan dan perhitungan investasi untuk mewujudkan hal tersebut. Sekalipun nantinya rencana tersebut berhasil diwujudkan maka pabrik yang dimaksud adalah pabrik perakitan sedangkan komponen akan dipasok oleh Hisense dan Innos, perusahaan rekanan Smartfren dari Tiongkok.

Apakah tahun ini Indonesia akan merasakan Ponsel Blackberry 10 dengan harga di bawah Rp1.000.000 atau Ponsel Android KitKat di bawah Rp500.000?

featured image via DetikINET

Artikel Menarik Lainnya:

The following two tabs change content below.
5 Years in IT Retailer, Startup owner, Gadget Enthusiast, Social Media Professional, Wordsmith, Amateur Jester.