Data lembaga riset IDC pada kuartal ketiga tahun 2013 mencatat Smartfren berhasil menggeser Blackberry menjadi importir ponsel no. 2 di Indonesia dengan total pengapalan mencapai sekitar 339.000 unit. Hanya berselang sekitar 5 minggu sejak hasil riset tersebut diumumkan, pada 23 Januari 2014 Smartfren kembali meluncurkan 2 ponsel baru yang mereka beri nama Andromax U3 dan New Andromax V.

Ponsel Andromax U3 tampil sebagai bintang pada acara tersebut. Konon peluncuran ponsel ini tertunda selama 6 bulan untuk mengejar target ketipisan ponsel hingga 7.2mm. Sebagai gambaran, iPhone 5s memiliki ketipisan 7.6mm dan Samsung Galaxy S4 memiliki ketipisan 7.9mm. Meski untuk mengejar ketipisan tersebut, kesempatan untuk menyematkan baterai dengan kapasitas yang lebih besar terpaksa dikorbankan. Namun bukankah dengan kapasitas baterai yang lebih besar beberapa ratus mAh sekalipun, Gadgeteers juga sering merasa tidak cukup dan memilih menggunakan powerbank?

Kedua ponsel baru tersebut masih tetap memiliki salah satu ciri khas setiap ponsel yang diluncurkan oleh Smartfren yakni, dual SIM CDMA dan GSM. Hal tersebut merupakan strategi perusahaan untuk menjaring pengguna GSM yang ingin beralih ke CDMA namun tidak ingin kehilangan nomor GSM-nya. Secara teknis, chipset kedua ponsel tersebut mampu mengakses jaringan CDMA EVDO Rev. A dan GSM 3G namun karena keputusan bisnis Smartfren maka kecepatan data kartu GSM pada setiap ponsel mereka dibatasi hingga EDGE (2.75G).

Smartfren-Launch-Jan2014-GG
Spesifikasi Andromax U3
1.2GHz quad-core Snapdragon, 1GB RAM, 4GB storage, Adreno 203 GPU, 8MP rear camera with autofocus & LED, + 2MP front camera, WiFi b/g/n, Bluetooth 3.0, FM radio, microUSB 2.0, up to 32GB microSD slot, dual on CDMA EVDO Rev. A + GSM EDGE, 1.800mAh battery, 4.7-inch (540×960) IPS LCD with OGS, Android 4.1 Jelly Bean, 7.2mm thin

Harga : Rp2.099.000 (termasuk PPn)
Gratis : 1.5GB data, 20 menit telepon & 60 sms ke operator lain selama 30 hari

Spesifikasi New Andromax V
1.2GHz quad-core, 1GB RAM, 8GB storage, PowerVR SGX 544 GPU, 8MP rear camera with autofocus & LED, + 2MP front camera, WiFi b/g/n, Bluetooth 3.0, FM radio, GPS, microUSB 2.0, up to 32GB microSD slot, dual on CDMA EVDO Rev. A + GSM, 2.300mAh battery, 5.0-inch (1280×720) IPS LCD with OGS, Android 4.2 Jelly Bean

Harga : Rp2.199.000 (termasuk PPn)
Gratis : 600MB data selama 7 hari

Pada acara tersebut Smartfren juga menegaskan kembali komitmennya untuk tetap mempertahankan penggunaan teknologi CDMA kendati ada beberapa operator CDMA Indonesia lain yang terus mengalami penurunan jumlah pengguna secara signifikan dan mengalami kerugian yang tidak sedikit pada laporan keuangan mereka dalam beberapa tahun terakhir hingga memutuskan untuk keluar dari bisnis CDMA lalu mengalihkan pengguna yang tersisa ke layanan GSM mereka.

Di tahun 2014 Smartfren menargetkan pertumbuhan jumlah aktivasi ponsel dan tablet mereka hingga 3-4x lipat jumlah aktivasi tahun 2013 yang berjumlah sekitar 1.2 juta unit. Dengan target tersebut, Smartfren berharap untuk dapat meraih 12-14% pangsa pasar Android di Indonesia. Untuk mencapai target tersebut tahun ini Smartfren akan merilis lagi beberapa ponsel dan tablet Android baru dan menambah BTS yang dimiliki hingga berjumlah 6.000 unit yang tidak hanya berfokus di Pulau Jawa dan Bali tapi juga mencakup wilayah Lombok, Pematang Siantar, Pontianak, Jambi, Manado, Padang, Bangka-Belitung, Aceh, Batam, Pekanbaru, Banjarmasin dan Samarinda.

Artikel Menarik Lainnya:

The following two tabs change content below.