Selama ini, drone lebih banyak digunakan untuk keperluan fotografi dan pengiriman barang. Meskipun tampak berguna, namun rupanya tidak jarang drone justru disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk aktivitas ilegal.

Diketahui, dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ini, sudah cukup sering terjadi pengiriman barang terlarang ke penjara dengan menggunakan drone. Menurut dokumen milik Departemen Keadilan di Amerika Serikat, barang-barang yang berusaha diselundupkan ke penjara meliputi ponsel, narkoba, serta konten dewasa.

Mi Drone

Meskipun percobaan penyelundupan sudah cukup sering terjadi, namun angka keberhasilannya lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah percobaannya. Contohnya pada tahun 2014, di mana drone yang digunakan untuk menyelundupkan ganja terjatuh sebelum sampai tempat tujuan.

Pada tahun 2015, adanya narkoba yang diselundupkan ke sebuah penjara di Ohio juga membuat para tahanan saling bertarung. Di tahun yang sama juga terdapat dua orang yang diketahui berusaha menyelundupkan barang terlarang ke dalam penjara dengan menggunakan drone.

Kasus penyalahgunaan tidak hanya terjadi di Amerika Serikat, tetapi juga di negara lain seperti Australia dan Inggris. Pemerintah Inggris bahkan telah membentuk tim khusus untuk menangani kejahatan tersebut.

Sementara Biro Penjara yang ada di Amerika Serikat juga telah mengambil langkah penanganan dengan meminta teknologi untuk menghentikan drone yang berada di wilayah dekat penjara. Diketahui, setidaknya penyelundup dapat meraup sekitar Rp80 juta dari sekali transaksi dengan drone.

via Theverge.com
WN

Artikel Menarik Lainnya:

The following two tabs change content below.
Menghabiskan banyak waktu di sekolah dan rumah, penuh dedikasi di dunia pendidikan tapi mulai belajar jadi pengusaha dan penulis.