Pastinya Gadgeteers akrab dengan media sosial seperti Facebook dan Twitter. Kedua media sosial tersebut selain dapat mneghubungkan kamu dengan orang lain di luar sana, tentunya media sosial juga dapat membantu kamu untuk menyampaikan berbagai jenis pesan yang ingin kamu publikasikan. Bukan hanya curhat tentunya, tetapi berbagai pesan yang dipublikasikan tersebut bisa saja berupa pendapat, keluhan, ajakan atau imbauan dan lain-lain.

 

parenting4tomorrow dot blogspot dot com
Namun siapa sangka, kebebasan berekspresi yang diwujudkan karena kehadiran media sosial mampu menciptakan berbagai hal-hal tak terduga. Mulai dari adanya pertukaran informasi secara bebas dan cepat hingga terjadinya cyber bullying. Tak bisa dipungkiri, media sosial  kini sudah menjadi perpanjangan ego (kesadaran atas identitas diri). Hal ini sudah dapat dirasakan pada awal pemasangan photo profile yang sekiranya bisa melambangkan diri pemilik akun, hingga berbagai konten yang mewakili perasaan dan pemikiran pemilik akun. Dan dari sekian banyak hal yang bisa diungkapkan dalam media sosial tentunya akan ada saja orang yang pro dengan postingan kita dan juga ada yang kontra terhadapnya.

Cara menyampaikan rasa setuju dan ketidaksetujuan seseorang pun tentunya berbeda-beda. Tanda setuju bisa mulai dari retweet, share, favorite, like, hingga membalas dalam kolom komen berisi pujian. Namun, banyak juga cara yang digunakan untuk mewakili ketidaksetujuan, mulai dari edit RT dengan kalimat tidak setuju, menyindir melalui postingan baru, dan berbagai cara lainnya.

Dengan penjelasan tersebut, Gadgeteers mungkin dapat merasakan fenomena ini dengan lebih jelas. Jika Gadgeteers melihat adanya pengguna sosial media yang merasa terhina jika postingannya di media sosial diledek, dihina atau diolok-olok akun lain itu adalah suatu bentuk terlukanya diri mereka. Bahkan, kamu sendiri juga mungkin sering melihat adanya pengguna media sosial yang membully orang lain melalui sosial media. Namun sebaliknya, ada juga berbagai pengguna media sosial yang menjadi terkenal ketika postingannya dianggap menghibur, menginspirasi dan disukai oleh pengguna media sosial lainnya.

Tipe-Pengguna-Smartphone-GG
Tentunya dengan melihat kasus ini, kita menjadi semakin sadar bahwa layar gadget yang menampilkan tampilan akun media sosial tersebut memiliki pengaruh cukup besar dalam kehidupan kita ataupun orang-orang di sekitar kita. @GadgetGaul berharap semoga Gadgeteers bisa menjadi lebih bijak dalam menggunakan sosial media dan tidak terlalu menanggapi secara serius jika mengalami berbagai pengalaman tak mengenakkan dalam bersosial di media sosial. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat membuka wawasan kamu 🙂

Sumber gambar : 417marketing.com

Artikel Menarik Lainnya:

The following two tabs change content below.
A dissident who searching for her Exodus • Drunken bouquet catcher w/ heels • Social Media Alienist @StellarNull