Pada tanggal 1 Agustus 2013, akhirnya Google dan Motorola meluncurkan smartphone terbaru mereka, Moto X. Smartphone ini banyak ditunggu oleh khalayak luas, bisa dilihat di internet banyaknya situs maupun orang-orang yang menyebarkan “kisi-kisi” sebelum diluncurkan secara resmi.

Moto X sejatinya tidak diciptakan untuk memasuki perang spesifikasi tinggi layaknya Samsung Galaxy S4 maupun HTC One, dapat dilihat dari spesifikasinya yang menggunakan prosesor satu generasi di bawah kedua flagship tersebut. Namun, Moto X menitik beratkan kepada kustomisasi pengguna dan pengalaman penggunaan Android itu sendiri.

moto-x-event-23-of-31

Lalu seperti apa spesifikasi dari Moto X? Smartphone ini diberikan layar AMOLED full RGB matrix  berukuran 4,7″ dengan resolusi 1280×720. Dengan AMOLED full RGB matrix, akurasi warna akan lebih baik dibandingkan dengan SAMOLED dari Samsung yang menggunakan teknologi PenTile matrix. Prosesornya disematkan Qualcomm Snapdragon S4 Pro Dual 1.7GHz, GPU Adreno 320,  RAM 2GB DDR3, dan internal memory sebesar 16GB dan 32GB (sayangnya tidak ada slot external memory).

Kamera utamanya dapat mengambil gambar sebesar 10 megapiksel dengan teknologi ClearPixel yang diklaim memiliki performa penangkapan gambar di tempat kurang cahaya yang cukup baik. Kamera depannya memiliki resolusi 2 megapiksel. Seperti yang penulis bilang sebelumnya, spesifikasi Moto X hanya setara flagship tahun lalu.

moto-x-event-20-of-31

Kustomisasi seperti apa sih yang diberikan oleh Motorola sehingga dapat membuat orang-orang tertarik membeli Moto X? Warna backcover. Ya, bahan composite kevlar yang digunakan sebagai cover belakang Moto X tersedia dalam beberapa pilihan warna. Motorola menyediakan MotoMaker online studio, yakni sebuah halaman khusus yang ditampilkan ketika calon pembeli akan membelinya secara online. Dengan MotoMaker, calon pembeli dapat memilih salah satu warna dari 18 warna cover belakang dan 7 warna aksen yang disediakan. Wow, cukup banyak bukan? Tidak hanya itu, calon pembeli juga diberikan opsi untuk menuliskan pesan singkat di cover belakang mereka. Ide yang cukup unik kan gadgeteers?

moto-x-event-26-of-31

Selain kostumisasi cover, Moto X juga membawa beberapa macam tambahan software. Yang pertama adalah hands-free voice control. Pengguna dapat mengontrol Moto X dengan hanya mengatakan “OK, Google Now”, diikuti dengan sebuah perintahMoto X secara otomatis akan merespon dan melakukan pencarian atau aksi sesuai perintah. Hal ini dikarenakan Moto X memiliki mode low-power yang selalu menyala dan selalu tersedia ketika pengguna mengawali perintah dengan kata “OK, Google Now”.

moto-x-event-29-of-31

Selanjutnya, Moto X juga memiliki new active display yang memungkinkan pengguna untuk dapat melihat notifikasi tanpa harus menyalakan layar Moto X. Ketika pengguna mendapatkan sebuah notifikasi, Moto X akan bergetar secara pelan di layar dan pengguna dapat menyentuh dan menekan layar di tengah untuk mendapatkan quick view notifikasi tersebut. Hal lainnya yang menarik adalah quick capture mode pada kamera. Pengguna hanya cukup memutar pergelangan tangan mereka dua kali dan aplikasi kamera akan segera terbuka, bahkan ketika layar Moto X sedang mati.

Moto X akan tersedia di 5 operator besar di Amerika Serikat mulai akhir Agustus atau awal September 2013 dengan harga USD 200 (kontrak). Bagaimana dengan negara lain? Sepertinya harus sedikit bersabar, mengingat kampanyenya sangat berbau nasionalis Amerika Serikat dengan semboyan “A Phone Assembled in US”. Padahal menurut prediksi penulis, Moto X sepertinya akan laku keras di negara lain khususnya di negara berkembang. Spesifikasi yang seimbang (kelas menengah) dengan kustomisasi berlimpah, serta jaminan update OS yang mumpuni seperti seri Nexus, dibanderol dengan harga yang tidak terlalu tinggi, siapa yang tidak mau? 😉

Gambar via mashable.com

Artikel Menarik Lainnya:

The following two tabs change content below.
Product Admin/Content Editor at tokopedia.com. Casual gamer | tech-writer @gadgetgaul | gadget enthusiast. Follow me on Twitter @juarazr