6-8 jam setiap hari menatap layar komputer atau laptop sudah menjadi hal biasa bagi sebagian orang di kota besar. Jika kita juga menghitung lama waktu orang tersebut menggunakan ponsel atau tablet untuk bermain games atau bermedia-sosial di tengah perjalanan menembus kemacetan kota maka angka tersebut kemungkinan besar akan tembus di atas 10 jam. Kebiasaan tersebut biasanya berlangsung hampir setiap hari dan sepanjang tahun.

Karena mata manusia memang tidak pernah dirancang untuk keperluan seintensif itu maka tidak heran jika dokter mata kini kebanjiran pasien yang mengeluh pandangan buram, iritasi mata, vertigo, mata kering dan pandangan berbayang. Pada acara peluncuran BenQ Flicker Free LED Monitor di Hotel Mercure Jakarta 4 Oktober 2013 silam, dr. Saptoyo Argo Morosidi, Sp.M mengungkapkan bahwa ke-5 hal tersebut adalah ciri-ciri dari Computer Vision Syndromme (CVS).

Untuk itu dr. Saptoyo merekomendasikan agar kita mengambil waktu istirahat 15 menit setiap 2 jam menatap layar komputer atau laptop. Selain itu dr. Saptoyo juga memperkenalkan aturan 20-20-20 yaitu setiap 20 menit menatap layar komputer atau laptop kita harus mengalihkan pandangan sejenak dari layar komputer atau laptop kita ke suatu objek lain yang berjarak 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik.

Dr-Saptoyo-Argo-BenQ-GG
Melengkapi rekomendasi waktu istirahat mata tersebut, dr. Saptoyo menyarankan kita untuk tidak membaca dalam posisi berbaring atau dalam ruangan dengan pencahayaan yang relatif minim. Meski ukuran layar ponsel saat ini jadi jauh lebih besar dibandingkan dengan ukuran layar ponsel pada dekade sebelumnya, dr. Saptoyo juga memberi masukan yang cukup mengejutkan bagi sebagian orang yakni untuk tidak bermain game pada ponsel demi kesehatan mata kita.

Kelelahan mata yang disebabkan oleh kedipan (flicker) cahaya monitor dapat mengakibatkan pusing, iritasi mata dan pandangan kabur jika digunakan dalam waktu yang relatif lama. Dengan mengganti Pulse Width Modulation konvensional pada layar monitor LED, BenQ berhasil mengeliminasi kedipan pada semua tingkat kecerahannya yang kemudian menghasilkan monitor LED yang nyaman bagi mata untuk digunakan dalam jangka waktu lama.

Meski kedipan (flicker) pada layar monitor komputer atau laptop tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, dia membawa dampak negatif bagi mata mereka yang menggunakannya secara rutin dalam jangka waktu lama. Salah satu cara melihat kedipan (flicker) tersebut adalah dengan menaruh kipas angin atau mengarahkan kamera pada ponsel atau tablet ke layar monitor komputer atau laptop kita.

Banding-LED-Flicker-Free
Salah satu monitor
flicker free yang telah tersedia di Indonesia adalah BenQ GW2760HS. LED monitor berukuran 27-Inch ini memiliki native contrast ratio 3.000 : 1 atau 3x lebih tinggi dibandingkan dengan LED monitor pada umumnya. Dengan demikian BenQ GW2760HS mampu menghasilkan kedalaman dan definisi warna yang lebih baik bagi penggunanya.

BenQ mengklaim layar GW2760HS mempunyai sudut pandang vertikal dan horisontal yang sama yakni 178° atau lebih lebar dibandingkan dengan LED monitor seukurannya yang memiliki sudut pandang horisontal 170° dan vertikal 160°. Hal tersebut artinya kita masih dapat melihat tampilan di monitor ini sekalipun kita berada hampir di samping posisi monitor ini.

Lebar bezel BenQ GW2760HS hanya 11.5mm. Dengan bezel yang relatif tipis ini kita tidak hanya dapat menghemat tempat tapi juga layar yang terlihat hampir menyatu saat kita menggabungkan 2 atau lebih LED monitor ini untuk kebutuhan profesional atau hiburan tertentu.

Dual-BenQ-GW2760HS-GG
Pada GW2760HS, BenQ menyediakan port D-Sub, DVI, HDMI dan VGA. Ketersediaan 4 buah port ini tentu akan sangat memudahkan banyak orang untuk menghubungkan laptop, komputer dan tabletnya ke layar monitor ini. Jika BenQ turut menyertakan DisplayPort maka GW2760HS akan menjadi LED monitor 27-Inch dengan port terlengkap yang ada di Indonesia saat ini.

Konsumsi listrik BenQ GW2760HS yang hanya 27W tentu terdengar menyenangkan mengingat konsumsi listrik monitor LED lain seukurannya yang dapat mencapai 45-46W. Sebagai gambaran, daya listrik 27W lebih kurang setara dengan daya yang dibutuhkan untuk menyalakan 2 buah lampu hemat energi rata-rata di rumah masyarakat perkotaan di Indonesia saat ini.

Kita yang terbiasa menggunakan laptop dengan layar berukuran 14-Inch atau kurang untuk kegiatan sehari-hari mungkin akan mengalami ketidaknyamanan saat bertatapan dengan layar 27-Inch. Tidak perlu khawatir, tidak ada yang salah dengan BenQ GW2760HS ini. Matamu hanya perlu waktu sejenak untuk membiasakan diri untuk menggunakan layar monitor yang ukurannya hampir 2x lebih besar dari biasanya. Setelah 2-3 jam penggunaan mata kita akan mulai terbiasa dengan ukuran layar monitor baru ini.

Dengan harga jual Rp5.499.000, BenQ GW2760HS dapat menjadi pilihan yang tepat bagi profesional atau studio fotografi, rumah produksi dan bagian kreatif agen periklanan. Mereka membutuhkan layar yang cukup besar untuk melihat dan mengedit detail-detail terkecil. Kedalaman warna yang dihasilkan oleh native contrast ratio yang tinggi juga merupakan salah satu faktor penting yang mereka pertimbangkan. Terakhir yang paling penting mereka tidak perlu lagi mengalami mata lelah, iritasi atau pandangan buram akibat terlalu lama menatap layar monitor untuk menyelesaikan tenggat waktu pekerjaan mereka.

Kelebihan
1) Flicker free
2)
Native contrast ratio yang tinggi
3)
Viewing angle yang lebar
4) Penggunaan daya listrik yang rendah
5) Bezel yang tipis

Artikel Menarik Lainnya:

The following two tabs change content below.