Pasar tanah air kembali kedatangan perangkat laptop terbaru yang kali ini datangnya dari Hewlett Packard (HP) yang pada kesempatan tersebut memboyong model Spectre 13 generasi kedua keluaran 2017. Keunggulan dari laptop ini, selain performa terletak pada bodinya yang ramping, bahkan diklaim sebagai yang paling tipis saat ini.

HP Spectre 13 (2017) juga menawarkan sejumlah pembaruan dibandingkan seri pertama yang dirilis tahun lalu di Indonesia. Misalnya dari sisi performa, HP Spectre 13 (13 inci) menawarkan chip Intel terbaru, Core i7 Kaby Lake yang memiliki jumlah core prosesor yang lebih tinggi.

Notebook HP Spectre 13

Selain dari sisi prosesor, RAM di Spectre 13 juga dua kali lipat dari seri terdahulu menjadi 16GB LPDDR3. Akan tetapi, HP juga menawarkan varian RAM 8GB bagi yang terkendala pada harga. Sementara di bagian penyimpanan internal, HP menawarkan SSD mulai dari 512GB sampai dengan 1TB. Sayangnya, laptop ini hanya mengandalkan CPU untuk memroses gambar, alias tanpa grafis (GPU).

Dilengkapi dengan standar koneksi baru, USB Type-C (Thunderbolt), HP Spectre juga mempunyai fitur pemindai sidik jari yang terletak di sisi kanan laptop untuk mengakses perangkat secara aman.

HP Spectre 13 dengan Intel Core Gen 8_1

“HP Spectre 13 terbaru ini benar-benar memberi attention pada detail yang tinggi, menggabungkan keindahan desain dan performa,” jelas COO HP Indonesia Hendry Widjaja di acara peluncuran di Jakarta, sebagaimana @GadgetGaul kutip dari KompasTekno.

Bicara soal dimensi, HP Spectre 13 sangat isimewa karena disebut lebih tipis dari MacBook Pro 13 inci. Rinciannya, body setebal 10,4mm dipunyai Spectre 13, sedangkan MacBook Pro mencapai 14 mm. Ketebalannya yang relatif tipis berdampak baik pula terhadap bobotnya yang dipangkas menjadi 1,1kg atau 200 gram lebih ringan ketimbang MacBook Pro 13.

HP Spectre 13 mulai memasuki pasar Indonesia pada awal 2018 dengan banderol harga mulai Rp22 juta per unitnya.

via Tekno.kompas.com
WN

Artikel Menarik Lainnya:

The following two tabs change content below.
Menghabiskan banyak waktu di sekolah dan rumah, penuh dedikasi di dunia pendidikan tapi mulai belajar jadi pengusaha dan penulis.