Kartu memori sudah merupakan salah satu kebutuhan pokok dari para pengguna gadget. Bagaimana tidak, semakin ke depan ukuran dari file-file yang ada juga semakin besar, apalagi jika yang disimpan dengan kualitas high definition. Belum lagi jika gadgeteers termasuk ke dalam golongan manusia narsis (suka foto sendiri), fotografer, penggila musik, ataupun maniak games. Nah, banyak mitos-mitos yang beredar di sekitar dunia kartu memori. Beberapa diantaranya adalah:

1. Semakin besar kapasitas kartu memori akan semakin lambat kinerja gadget.
2. Semua merek kartu memori sama saja kualitasnya.
3. Kartu memori pada gadget Android tidak bisa menampung file sistem ataupun aplikasi.

Kali ini, penulis akan membahas mitos yang pertama. Ya, mitos ini banyak beredar di kalangan pengguna gadget awam maupun para pedagang gadget. Padahal, tidak ada korelasi antara kecepatan membaca/menulis dengan kapasitas dari sebuah kartu memori. Jika memang sebuah kartu memori tidak kompatibel dengan sebuah gadget, maka hal yang terjadi adalah kartu memori tersebut tidak akan terbaca. Lalu apa yang mempengaruhi? Di dalam kartu memori, ada istilah yang dinamakan dengan class.

Coba deh kamu perhatikan kartu memori yang kamu pakai di gadget kamu, pasti ada tulisan class berapa atau hanya berupa angka saja. Walaupun ditemukan di beberapa merek tidak dicantumkan, terutama jika kartu memori tersebut hanya termasuk ke dalam class 2 atau 4. Apa sih maksud class tersebut? Class pada kartu memori digunakan untuk mengukur kecepatan membaca/menulis sebuah kartu memori. Ada lima standar class pada saat ini, yakni class 2, 4, 6, 10, dan UHS-1 (Ultra High Speed):

gb_csuFlashCard_list_USDHC2_111003
1) Class 2 memiliki kecepatan baca/tulis yang paling rendah, yakni minimum 2MB/detik. Kartu memori class ini adalah yang paling banyak beredar di pasaran. Sebenarnya, kartu memori class inilah yang memunculkan mitos pertama. Logikanya, semakin banyak data yang disimpan, maka akan semakin banyak juga data yang harus dibaca. Jika kecepatan baca/tulisnya rendah, otomatis ketika kita membuka galeri foto, video, ataupun koleksi musik akan terasa lambat.

gb_csuFlashCard_list_USDC4_110819

2) Class 4 memiliki kecepatan baca/tulis minimum 4MB/s. Sepengetahuan penulis, kartu memori class ini adalah kartu memori yang jarang dijumpai di pasaran. Ntah mengapa?

gb_csuFlashCard_list_USDHC6_111003

3) Class 6 memiliki kecepatan baca/tulis minimum 6MB/s. Ini juga kartu memori yang jarang dijumpai di pasaran, walau tidak selangka class 4. Mungkin banyak orang beranggapan class 6 ini adalah class tanggung.

gb_csuFlashCard_list_USDHC10_120109

4) Class 10 memiliki kecepatan baca/tulis minimum 10MB/s. Nah ini adalah sweetspot dari kartu memori. Class 10 saat ini tidak sulit ditemukan di pasaran. Harganya juga tidak jauh berbeda dengan class di bawahnya. Penulis menyarankan kamu sebaiknya menggunakan kartu memori class ini pada gadget kamu untuk performa yang optimal.

gb_csuFlashCard_list_TSXGUSDU1_1207

5) UHS-1 memiliki kecepatan baca/tulis minimum 10MB/s. Kok sama dengan class 10? Jangan salah, UHS-1 memiliki kecepatan baca/tulis hingga 45MB/s (dibandingkan class 10 yang hingga sekitar 30MB/s). Bahkan, beberapa produsen kartu memori mengklaim mereka memiliki varian dengan kecepatan baca/tulis hingga 90MB/s! Cepat sekali kan? Harga dari kartu memori UHS-1 memang masih cukup tinggi dan tidak semua gadget dapat menggunakannya. Namun, kecepatan yang dimilikinya dapat membayar kebutuhan kamu yang menyimpan banyak file gambar, musik, dan video dengan ukuran besar.

Bagaimana gadgeteers, sudah terjawab kan salah satu mitos dari kartu memori? 😀 Semoga kamu tidak bingung lagi ketika ingin membeli kartu memori untuk gadget kamu. Beli gadget mahal aja bisa, masa beli kartu memori yang ukurannya besar dan kecepatannya tinggi nggak bisa? :p

Gambar via id.transcend-info.com

Artikel Menarik Lainnya:

The following two tabs change content below.
Product Admin/Content Editor at tokopedia.com. Casual gamer | tech-writer @gadgetgaul | gadget enthusiast. Follow me on Twitter @juarazr