Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memerintahkan pemblokiran aplikasi bertukar pesan Telegram di Indonesia. Meski pemblokiran tersebut baru akan diumumkan pada Senin mendatang, saat ini aplikasi web telegram sudah tidak bisa diakses melalui koneksi internet sejumlah operator seperti XL Axiata, Telkom, dan First Media.

Gadgeteers juga bisa melihat apakah penyedia internet Gadgeteers juga telah memblokir Telegram dengan mengakses situs http://web.telegram.org/. Seperti yang dilansir dari KompasTekno, Dirjen Aplikasi dan Informatika Kemenkominfo, Samuel Abrijani Pangerapan, mengatakan bahwa pemblokiran dilakukan karena adanya konten bermuatan radikalisme dan terorisme yang beredar melalui Telegram.

“Pemblokiran ini harus dilakukan karena banyak sekali kanal yang ada di layanan tersebut bermuatan propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, disturbing images, dan lain-lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia,” tutur Samuel.

Telegram

“Saat ini kamu juga sedang menyiapkan proses penutupan aplikasi Telegram secara menyeluruh di Indonesia apabila Telegram tidak menyiapkan Standard Operating Procedure (SOP) penanganan konten-konten yang melanggar hukum dalam aplikasi mereka. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ucap Samuel.

Pemblokiran dilakukan pada 11 domain name system (DNS) Telegram, yakni t.me, telegram.me, telegram.org, core.telegram.org, desktop.telegram.org, macos.telegram.org, web.telegram.org, venus.web.telegram.org, pluto.web.telegram.org, flora.web.telegram.org, dan flora-1.web.telegram.org.

via tekno.kompas.com
WN

Artikel Menarik Lainnya:

The following two tabs change content below.
Seorang penggila teknologi yang menyukai 3D modelling dan motion graphic, diselingi dengan menulis dan membuat video.