Dikenal sebagai bangsa yang gemar bersosialisasi (baca : doyan ngobrol) dan salah satu negara dengan jumlah pengguna ponsel terbanyak di Asia setelah Tiongkok dan India, Indonesia menjadi salah satu pasar penting bagi berbagai aplikasi instant messenger di dunia. Kali ini GadgetGaul.com akan menyoroti persaingan antara KakaoTalk dan LINE yang sedang naik daun dalam beberapa bulan terakhir.

KakaoTalk dirilis 18 Maret 2010 oleh Kakao Corp. yang didirikan oleh Beom-Soo Kim, mantan CEO NHN Corporation (Pembuat Hangame, yang bergabung dengan Naver.com untuk membuat NHN), salah satu perusahaan IT terbesar di Korea Selatan. Hingga 15 November 2012 KakaoTalk mengklaim aplikasinya telah digunakan oleh lebih dari 62 juta pengguna di seluruh dunia yang mengirim lebih dari 2.1 milliar pesan tiap harinya. 95% dari pengguna ponsel cerdas di Korea Selatan menggunakan KakaoTalk. Pengguna terbesar di luar negaranya sendiri adalah Amerika Serikat dan Jepang.

LINE dirilis 23 Juni 2011 oleh NHN Jepang setelah bencana gempa bumi dan tsunami besar yang melanda Jepang yang membuat sistem komunikasi suara ponsel saat itu menjadi amat buruk namun layanan data masih dapat berfungsi dengan baik. Nama LINE berasal dari line up (antrian) pengguna telepon umum saat bencana. Per 30 November 2012 LINE mengklaim aplikasinya telah digunakan lebih dari 80 juta pengguna di seluruh dunia. Game LINE POP  diunduh oleh 3 juta pengguna pada hari pertama peluncurannya dan mencapai 10 juta pengguna hanya dalam waktu 12 hari.

Menarik melihat bagaimana Indonesia seringkali menjadi anomali di persaingan instant messenger dunia. Kita ingat bagaimana orang Indonesia lebih suka menggunakan Yahoo Messenger (YM) dibandingkan dengan MSN Messenger yang banyak digunakan negara barat dan BlackBerry Messenger (BBM)  yang menjadi lebih populer dibandingkan dengan WhatsApp meskipun pengguna Blackberry di negara lain sudah turun drastis.

Dengan antar-muka aplikasi, game dan model bisnis yang hampir sama, menarik untuk mencermati faktor apa saja yang membuat di Indonesia LINE terasa menjadi lebih populer dibandingkan dengan KakaoTalk. @GadgetGaul mencoba melempar pertanyaan ini ke lebih dari 37 ribu followernya dan mendapatkan banyak jawaban. Berikut adalah beberapa jawaban yang kami anggap mewakili jawaban lainnya :

Dengan mengabaikan jawaban paling akhir, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa orang Indonesia lebih menyukai sticker (baca : emoticon) pada LINE dibandingkan dengan KakaoTalk. Kenapa? GadgetGaul.com menduga adanya peran dari masuk (dan populernya) komik-komik Jepang ke Indonesia dalam 1-2 dekade terakhir.

Tidak setuju dengan opini GadgetGaul.com? Suarakan pendapatmu di kolom komentar di bawah ini..

Artikel Menarik Lainnya:

The following two tabs change content below.