Tahun 2012 International Telecommunication Union (ITU) mencatat biaya koneksi internet broadband berkabel paling murah di negara maju hanya sekitar 1.7% dari rata-rata pendapatan bulanan warganya sedangkan di negara berkembang biaya tersebut dapat mencapai 30% dari rata-rata pendapatan bulanan. Hal ini membuat penetrasi internet di negara maju dan berkembang terpaut cukup jauh antara 77% dan 31%.

Pada 7 Oktober 2013 Facebook, Google, Microsoft, Intel, Yahoo dan Cisco bergabung bersama 30 perusahaan, lembaga pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat lainnya membentuk Alliance for Affordable Internet (A4AI), sebuah aliansi untuk menurunkan tarif internet broadband di negara-negara berkembang hingga 5% rata-rata penghasilan bulanan warganya sesuai amanat dari UN Broadband Commision (Komisi Broadband Perserikatan Bangsa-Bangsa).

Aliansi ini akan bekerja sama dengan 2-3 pemerintah negara berkembang di tahun pertama dan mengembangkan sayapnya hingga ke 10-12 pemerintah negara pada tahun kedua dan ketiga. Fokus kerja utama A4AI adalah membantu pemerintah mengubah peraturan dan kebijakan yang mengatur akses internet broadband berkabel negara tersebut sehingga tarifnya dapat berangsur-angsur turun sesuai target.

Menilik dari siaran pers A4AI, tahun-tahun pertama aliansi tersebut akan bekerja secara intens di negara-negara Afrika di mana penetrasi internet benua tersebut hanya 16% populasi atau hanya setengah dari penetrasi internet di Asia. Jika harga tarif internet broadband berkabel paling murah berhasil turun di bawah 5% rata-rata pendapatan bulanan warganya maka penetrasi internet di Afrika dapat dipastikan akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Bagaimana dengan Indonesia?

Pendapatan per kapita Indonesia tahun 2012 adalah senilai US$4,810 atau sekitar Rp3.72 juta/bulan (asumsi US$1=Rp9,300). Saat ini layanan internet broadband berkabel yang jangkauannya paling luas di Indonesia adalah Telkom Speedy. Tarif internet bulanan termurah yang disediakan adalah kecepatan 512kbps dengan harga Rp190.000/bulan belum termasuk PPn atau sekitar 5.6% dari pendapatan rata-rata orang Indonesia setiap bulannya.

Artikel Menarik Lainnya:

The following two tabs change content below.
5 Years in IT Retailer, Startup owner, Gadget Enthusiast, Social Media Professional, Wordsmith, Amateur Jester.