Walaupun spesifikasi smartphone Android saat ini semakin canggih, Google masih tetap memerhatikan bagaimana sistem operasi beserta aplikasinya dapat berjalan dengan baik pada smartphone dengan spesifikasi rendah, bahkan feature phone.

Keseriusan Google terhadap hal tersebut dibuktikan dengan dirilisnya Android Oreo (Go edition) serta Google Go. Keduanya sejalan dengan tujuan kampanye Google yang bernama “Next Billion Users”, dimana Google berupaya agar layanan mereka dapat dinikmati oleh semua kalangan masyarakat, terutama di negara berkembang. Mari kita bahas satu-persatu mengenai Google Go dan Android Oreo (Go edition).

Google Go

googlego_1

Google Go adalah salah satu aplikasi inti yang dibuat untuk melengkapi Android Oreo (Go edition). Google Go adalah versi ringan dari Google Search yang dioptimalkan untuk smartphone Android dengan penyimpanan terbatas serta layar yang lebih kecil. Kebanyakan smartphone Android murah memiliki layar yang lebih kecil dari 5.5 inci, dan untuk itu, user interface dari Google Go dibuat lebih mudah melakukan pencarian.

Dan jika Google Search menghabiskan memori sampai 200MB, Google Go hanya berukuran kurang dari 5MB saja! Plus, kuota data yang digunakan bisa dihemat hingga 40 persen. Gadgeteers ingin mencoba? Google Go sudah dapat diunduh dari Play Store dan di-install di perangkat yang belum menggunakan Android Oreo. Aplikasi ini cocok untuk menggantikan Google Search bawaan yang memakan banyak memori di smartphone dengan penyimpanan internal 4-8GB. Aplikasi ini sudah tersedia di India dan Indonesia.

Android Oreo (Go edition)

googlego_2

Android Oreo (Go edition) adalah versi Android yang dibuat khusus untuk smartphone dengan memori RAM 512MB sampai 1GB. Merupakan bagian dari perilisan Android 8.1, Android Oreo (Go edition) dirilis dengan fokus pada tiga komponen utama; sistem operasi, Google Apps dan Google Play Store. Sistem operasi pada Android Oreo versi Go edition dibuat agar lebih optimal untuk dijalankan di smartphone dengan spesifikasi hardware minimum, dengan fitur pengontrol kuota data serta keamanan yang ditingkatkan.

Untuk Google Apps, aplikasi-aplikasi bawaannya akan dibuat lebih ringan dan tidak terlalu banyak, hanya yang relevan untuk pengguna Android yang baru pertama kali terhubung ke internet/baru pindah dari feature phone. Sedangkan untuk Google Play Store, tidak banyak yang berbeda, hanya saja tampilan utamanya turut memberi rekomendasi aplikasi yang didesain untuk bekerja optimal pada Android Oreo (Go edition). Ukuran aplikasinya juga dibuat 50% lebih kecil daripada versi standar, sehingga penyimpanan internal dapat meningkat hingga dua kali lipat.

googlego_3

“Kami meningkatkan Android Oreo (Go edition) untuk kecepatan dan keandalan pada perangkat kelas entry-level, yang berarti rata-rata aplikasi sekarang 15 persen lebih cepat pada perangkat yang menjalankan Android Oreo (Go edition),” kata Sagar Kamdar, Director of Product Management, Android, Google. “Jika semua perangkat Android entry-level dapat meluncurkan aplikasi 15 persen lebih cepat, itu dapat menyelamatkan dunia (secara kumulatif) satu juta jam setiap harinya!”.

Dengan dirilisnya Android Oreo (Go edition), diharapkan akan lebih banyak produsen smartphone Android yang merilis perangkatnya dengan harga lebih terjangkau. Android Oreo (Go edition) juga sangat cocok untuk dijalankan pada smartphone entry-level seperti Nokia 2, yang hanya memiliki RAM 1GB dan internal 8GB, namun dengan baterai 4100 mAh.

Via: blog.google
WN

Artikel Menarik Lainnya:

The following two tabs change content below.
Tech & gadget enthusiast. Part of @nokianesia. @prasetyoh on Twitter.