Mengingat harganya yang terus turun, @GadgetGaul selalu menyarankan kepada Gadgeteers untuk membeli gadget dengan tunai. Namun bagi kebanyakan mahasiswa/i atau karyawan/ti fresh graduate, penawaran gadget baru dengan cicilan 0% selama 6 atau 12 bulan yang ditawarkan oleh suatu bank atau lembaga keuangan lainya sering kali sangat menggoda iman terlepas dari butuh atau tidaknya gadget baru tersebut.

Sesungguhnya fasilitas cicilan 0% hanya istilah marketing dalam dunia perbankan. Fasilitas cicilan gadget 0% selama 6 atau 12 bulan biasa diberikan oleh bank penerbit kartu kredit dengan membebankan suatu nilai yang disebut dengan surcharge kepada suatu toko gadget. Besaran surcharge yang ditawarkan bank kepada toko gadget yang satu dan lainnya berkisar antara 3% hingga 6% tergantung dengan komitmen atau target besaran nilai transaksi penggunaan kartu kredit yang mampu diberikan toko gadget itu kepada bank setiap bulannya. Makin besar komitmen/target transaksi bulanan si toko gadget, makin kecil surcharge yang diminta oleh bank.

Dalam surat perjanjan fasilitas cicilan 0% tersebut toko gadget dilarang untuk menyebutkan apalagi membebankan biaya surcharge tersebut kepada pembeli. Pelanggaran pada ketentuan itu dapat mengakibatkan sanksi berupa teguran hingga pemutusan hubungan kerja sama fasilitas cicilan 0% antara toko gadget dan bank tersebut.

Keuntungan penjualan gadget retail di suatu toko gadget tradisional biasa berkisar antara 1-5% dari harga normal produk sementara di toko / peritel modern, keuntungan pejualan gadget biasa berkisar antara 5-10%. Persentase angka keuntungan penjualan gadget yang @GadgetGaul sebutkan tadi tentu bukan harga mati. Keuntungan beberapa produk gadget di suatu toko gadget tradisional mungkin saja ada yang dipatok di atas 5% dan demikian pula di toko gadget modern.

Dengan persentase angka keuntungan penjualan yang kecil itu tentu tidak mudah bagi toko gadget tradisional untuk membebaskan beban cicilan 0% begitu saja kepada pembelinya sebagaimana tertulis dalam surat perjanjian dengan bank apalagi jika persentase angka keuntungan penjualan suatu gadget yang hanya 5% harus dibebani dengan harus membayar biaya surcharge fasilitas cicilan sebesar 6% ke pihak bank.

Beberapa toko gadget tradisional tidak kehilangan akal. Karena mereka tidak mencantumkan harga pada etalase sebagaimana lazimnya toko/peritel gadget modern, pembeli gadget yang menginginkan fasilitas cicilan 0% akan langsung diberikan harga yang telah ditambahkan beban surcharge bank di dalamnya oleh toko tanpa memberitahukan hal tersebut. Biasa pembeli akan langsung memperoleh informasi besaran cicilan yang harus ia bayarkan setiap bulannya kepada bank penerbit kartu kredit.

Toko/peritel gadget modern biasa menampilkan harga normal yang dapat dicicil 0% tanpa bunga di etalase. Beberapa toko/peritel gadget modern tersebut menyiapkan harga berbeda untuk calon pembeli yang mau membayar tunai atau debit yang hanya diberitahukan kepada calon pembeli yang bertanya. Sebagian toko/peritel gadget modern lainnya menampilkan tulisan diskon sekian persen untuk pembayaran tunai atau debit di etalase di samping harga cicilan.

Jadi apakah Gadgeteers tidak boleh beli gadget dengan fasilitas cicilan 0% sama sekali?

@GadgetGaul memang menyarankan Gadgeteers untuk membeli gadget dengan tunai atau setara tunai seperti debit atau transfer bank namun pada kondisi-kondisi berikut ini tidak ada salahnya membeli gadget dengan memanfaatkan fasilitas cicilan 0% tersebut :

1) Uang tunai kita tidak cukup dan gadget yang dibeli akan digunakan untuk kegiatan produktif seperti keperluan bisnis, kerja atau sekolah.
2) Dengan membayar menggunakan fasilitas cicilan 0% tersebut, kita dapat memperoleh bonus dan/atau diskon yang nilainya signifikan (Di atas 5% harga jual normal gadget tersebut).

Artikel Menarik Lainnya:

The following two tabs change content below.
5 Years in IT Retailer, Startup owner, Gadget Enthusiast, Social Media Professional, Wordsmith, Amateur Jester.