Kemacetan merupakan salah satu masalah yang belum dapat terpecahkan di DKI Jakarta. Sudah banyak langkah dilakukan oleh Pemda DKI maupun pihak berwenang lainnya untuk menguraikan macet di ibu kota ini, namun tidak satupun yang membuahkan hasil cemerlang. Sebut saja ada Bus TransJakarta (busway), sistem 3-in-1 di beberapa jalan protokol, peremajaan angkutan umum seperti Kopaja AC, ataupun penambahan gerbong kereta Commuter Line bagi masyarakat Jakarta maupun kota di sekitar Jakarta.

Sebenarnya inti dari semua langkah yang sudah dilakukan adalah memindahkan kebiasaan masyarakat yang senang membawa kendaraan pribadi ketika bepergian untuk menggunakan fasilitas transportasi umum. Namun ternyata, tidak semua orang merasa nyaman untuk menggunakan transportasi umum yang sudah disediakan. Alasan keamanan dan ketertiban biasanya menjadi tameng bagi mereka yang enggan untuk menaiki angkot, bus, maupun Commuter Line.

Ada sebuah cara yang sebenarnya sudah dilakukan oleh orang banyak, tapi belum diberdayakan oleh pemerintah. Cara tersebut adalah dengan memberdayakan e-commerce. Saat ini kita dapat melakukan transaksi jual-beli online via internet. Hanya tinggal klik dan transfer, barang yang kita beli akan dikirimkan ke rumah kita dalam waktu yang tidak lama. Kita tidak perlu repot-repot lagi untuk pergi ke pusat pemberlanjaan seperti pasar tradisional, mall, ataupun supermarket modern untuk mencari dan membeli barang yang kita butuhkan.

Lalu apa hubungannya dengan mengurangi kemacetan? Jika masyarakat melakukan transaksi jual-beli secara online, otomatis keperluan untuk pergi ke luar rumah akan menjadi berkurang. Hal ini berpengaruh terhadap intensitas jumlah kendaraan bermotor yang melintasi jalanan ibukota. Terutama jalanan di sekitar pusat pemberlanjaan yang biasanya ramai ketika akhir pekan.

Dengan berkurangnya jumlah kendaraan bermotor yang lalu-lalang di jalan, maka polusi udara yang biasanya memenuhi langit Jakarta juga akan berkurang. Sehingga masyarakat dapat menghirup udara yang lebih bersih dan sehat. Hal ini dapat menjaga kesehatan dari masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di Jakarta.

Konsumsi BBM masyarakat pengguna kendaraan pribadi pun juga akan berkurang. Dengan melakukan transaksi jual-beli melalui e-commerce, masyarakat tidak perlu lagi untuk pergi keluar rumah membawa kendaraan pribadi mereka. Hal ini sangat membantu pemerintah untuk dapat mengurangi pengeluaran negara dari subsidi BBM (penggunaan BBM bersubsidi masih menjadi mayoritas saat ini).

Namun ada satu hal yang patut diperhatikan. Pengawasan e-commerce harus dapat lebih diperketat lagi. Karena saat ini masih banyak tindak kejahatan bermodus penipuan yang berada dalam transaksi jual-beli online. Hal inilah yang membuat masyarakat ragu untuk membeli barang dari dunia maya. Sudah seharusnya pemerintah ataupun aparat penegak hukum lebih tegas dalam melakukan pengawasan transaksi jual-beli di internet.

Jika saja pemerintah, baik Pemerintah Pusat maupun Pemda DKI mendukung pemberdayaan e-commerce, baik untuk usaha mikro kecil menengah (UMKM) ataupun usaha besar, maka bukan tidak mungkin kemacetan di Jakarta akan dapat lebih terurai. Semoga saja rencana Jokowi dan Ahok yang ingin menjadikan Jakarta sebagai Smart City, dengan membuat banyak CCTV dan titik WiFi gratis berbasis koneksi internet kabel serat optik di seluruh daerah di Jakarta berjalan dengan baik sehingga masyarakat dapat lebih mudah untuk melakukan transaksi jual-beli di dalam e-commerce.

 sumber gambar: element8me.com

Artikel Menarik Lainnya:

The following two tabs change content below.
Product Admin/Content Editor at tokopedia.com. Casual gamer | tech-writer @gadgetgaul | gadget enthusiast. Follow me on Twitter @juarazr