Gadgeteers tahu kan, kalau aplikasi perpesanan WhatsApp memiliki fitur dimana kita bisa menunjukkan kapan kita sedang online maupun tidak, dan menampilkan waktu kapan terakhir kali membuka aplikasi tersebut? Ternyata, data tersebut dapat dieksploitasi secara mudah untuk mengetahui pola tidur pengguna dan lainnya. Bagaimana caranya?

Dikutip dari TheNextWeb, seorang software engineer bernama Robert Heaton mendemonstrasikan bagaimana data last seen dan status online pada sebuah kontak dapat dieksploitasi. Beliau membuat ekstensi pada peramban Google Chrome untuk memantau dan mencatat aktivitas online kontak WhatsApp miliknya via WhatsApp Web. Ekstensi tersebut akan mencatat kapan saja teman WhatsAppnya memunculkan status last seen.

whatsapptracker1

Mungkin Gadgeteers akan berpikir, bagaimana kalau fitur last seen tersebut dimatikan saja lewat menu privasi? Sayangnya, aktivitas Gadgeteers saat menggunakan WhatsApp masih dapat diketahui. Walaupun fitur dimatikan, saat kontak sedang aktif, statusnya akan berubah menjadi online. Durasi online tersebut juga dapat dicatat oleh Rob Heaton, yang kemudian menghasilkan suatu pola penggunaan WhatsApp setiap harinya, selama satu minggu, misalnya.

whatsapptrackersleep

Lewat pola tersebut, dapat ditebak secara mudah, kapan pengguna tidur, bangun, berapa lama jam tidur mereka, pada pukul berapa biasanya sebuah kontak aktif mengakses WhatsApp dan data lainnya. Robert Heaton juga dapat mengetahui apakah salah dua dari kontak WhatsAppnya sering berbicara secara intens atau tidak, dengan membandingkan waktu online dua kontak. Jika waktunya sama tiap harinya selama beberapa hari, dapat dengan mudah diketahui jika kedua kontak saling berhubungan.

whatsapptrackercorrelation

Data seperti ini bisa saja dikumpulkan lalu dijual dengan mudah kepada pengiklan atau perusahaan pihak ketiga untuk kebutuhan tertentu. Sebagai contoh, sekumpulan data kontak dengan pola aktivitas malam yang tidak teratur, menandakan jika kontak tersebut susah tidur, dan dapat dijual ke perusahaan penghasil obat tidur. Semoga pihak WhatsApp dapat mencari cara agar eksploitasi data seperti ini dapat dicegah ya.

Via TheNextWeb.com
WN

Artikel Menarik Lainnya:

The following two tabs change content below.
Tech & gadget enthusiast. Part of @nokianesia. @prasetyoh on Twitter.