Samsung baru saja mendapatkan gelar sebagai produsen ponsel terbesar di dunia yang mengalahkan dominasi Nokia selama beberapa tahun terakhir dengan menguasai 30.6% pangsa pasar ponsel dunia diikuti Apple di posisi kedua dengan pangsa 24.1% dan Nokia di posisi ketiga dengan 8.2%. Keberhasilan Samsung yang sebagian besar ponselnya berbasis Android ini turut mempengaruhi pasar ponsel Asia Tenggara.

Hasil survey yang dirilis oleh GfK Asia menunjukkan pangsa pasar ponsel Android yang terjual di Asia Tenggara pada kuartal pertama 2012 adalah 49% atau meningkat lebih dari 3x lipat pada periode yang sama tahun 2011 yaitu sekitar 15%.

Pada kuartal pertama 2012, ada lebih dari 7.7 unit ponsel cerdas yang terjual di Asia Tenggara dengan total nilai transaksi sekitar US$2.4 milliar atau Rp22.38 triliun. Angka ini sendiri baru meliputi 25.4% dari seluruh transaksi penjualan ponsel di kawasan Asia Tenggara, meningkat sekitar 4.9% dari angka tahun lalu. Peningkatan ini tidak terlepas dari pertumbuhan Android yang melebihi pertumbuhan industry ponsel cerdas itu sendiri.

Dari seluruh negara di kawasan Asia Tenggara, Indonesia menunjukkan potensi dan pertumbuhan penjualan ponsel cerdas tertinggi. Dengan penetrasi penjualan ponsel cerdas lebih dari 62%, angka penjualan tercatat melebihi US$1.4 milliar atau Rp13.06 triliun pada kuartal pertama 2012.

Menurut GFK Asia, harga ponsel cerdas yang relatif stabil dengan rata-rata sekitar US$309 atau Rp2.8 juta akan melanjutkan momentum pertumbuhan yang kuat di industri ponsel cerdas di kawasan Asia Tenggara yang memiliki populasi sepersepuluh populasi umat manusia.

Saat ini penetrasi ponsel cerdas di Asia Tenggara masih jauh dari tingkat kejenuhan. GFK Asia yakin bahwa lonjakan penjualan ponsel cerdas saat ini masih akan terus meningkat  setidaknya untuk beberapa tahun mendatang.

Infografis Ponsel Cerdas Asia Tenggara

Sumber : TheNextWebArtikel Menarik Lainnya:

The following two tabs change content below.