Belum lama ini, Google baru saja meluncurkan update sistem operasi Android terbaru versi 4.3 yang masih bernama sama dengan versi sebelumnya, yakni Jelly Bean. Hanya selang beberapa waktu saja, Google sudah meluncurkan lagi versi terbaru dari sistem operasi anyarnya tersebut. Namun, ternyata bukan versi 5.0 dengan codename Key Lime Pie yang diluncurkan, melainkan versi 4.4 dengan codename sebuah merek makanan ringan terkenal, yakni KitKat. Ya, KitKat adalah sebuah merek makanan ringan (coklat) milik Nestle, perusahaan consumer goods asal Swiss.

Kepala pengembangan sistem operasi Android dan peramban Chrome, Sundar Pichai, telah mengkonfirmasi kabar mengenai sistem operasi Android 4.4 dan penamaannya dengan codename KitKat. Google juga mengatakan bahwa Android 4.4 KitKat akan dioptimalkan agar semua orang memiliki pengalaman penggunaan Android yang menakjubkan. Pernyataan ini menimbulkan spekulasi bahwa Android 4.4 KitKat tidak hanya digunakan untuk smartphone dan tablet saja, tetapi juga digunakan untuk produk lain seperti smart watch, konsol game, ataupun alat elektronik lainnya.

Lalu mengapa Google tidak jadi menggunakan nama Key Lime Pie untuk Android versi terbarunya ini? Telah beredar sebuah kabar bahwa Key Lime Pie adalah sebuah makanan penutup yang tidak semua orang mengetahuinya (bahkan penulis sendiri belum pernah melihat atau mencicipi makanan tersebut). Google takut popularitas dari sistem operasi Android terbarunya nanti akan turun jika menggunakan nama tersebut. Lalu pada suatu hari, beberapa orang dari tim pengembang Google mendapatkan sebuah inspirasi. Mereka menyebutkan bahwa KitKat adalah makanan ringan yang biasa disantap para developer ketika mereka melakukan coding. Akhirnya mereka mengajukan nama KitKat tersebut kepada para pejabat Google.

gsmarena1_001

Setelah nama itu disetujui, para pejabat Google langsung menuju ke Swiss, markas besar Nestle, untuk meminta izin menggunakan nama KitKat sebagai sistem operasi Android terbaru mereka. Beruntungnya, proses negosiasi berjalan lancar dan tidak lama kemudian Nestle menyetujui hal tersebut. Patrice Bula, Kepala Pemasaran Nestle mengatakan tidak sampai satu jam mereka rapat untuk menyepakati hal tersebut. Walaupun sempat timbul keraguan akan tercemarnya merk KitKat jika Android 4.4 nantinya akan memiliki cacat atau terserang malware. Namun Bula mengatakan, itu adalah resiko namun kerjasama ini sangat pantas untuk dicoba sebagai wadah komunikasi untuk profil merek KitKat.

Google memang selalu menggunakan istilah makanan penutup untuk setiap penamaan sistem operasi Androidnya. Tidak hanya itu, mereka pun disusun mengikuti urutan abjad. Bisa dilihat di bawah ini:

Android 1.5: Cupcake
Android 1.6: Donut
Android 2.0: Eclair
Android 2.2: Froyo
Android 2.3: Gingerbread
Android 3.0: Honeycomb
Android 4.0: Ice Cream Sandwich
Android 4.1: Jelly Bean
Android 4.2: Jelly Bean
Android 4.3: Jelly Bean
Android 4.4: KitKat

Menurut pendapat penulis, Android 4.4 KitKat akan menjadi update yang cukup signifikan dibanding versi sebelumnya. Bisa dilihat ketika update 4.1, 4.2, dan 4.3 dengan penamaan yang sama, yakni Jelly Bean, hanya membawa update minor saja. Namun dengan perubahan codename, diharapkan Google akan membawa update yang cukup banyak untuk dapat membuat sistem operasi Android semakin canggih lagi. Sayangnya, belum ada pengumuman soal tanggal akan dikeluarkannya update KitKat tersebut.

Nah gadgeteers, sudah tidak sabarkah kalian untuk mencicipi Android 4.4 KitKat ini di gadget Android kamu? 😀

Gambar via gsmarena.com dan gadgetreview.com

Artikel Menarik Lainnya:

The following two tabs change content below.
Product Admin/Content Editor at tokopedia.com. Casual gamer | tech-writer @gadgetgaul | gadget enthusiast. Follow me on Twitter @juarazr