Tidak sedikit informasi menyesatkan atau hoax beredar di sekeliling kita dan intensitasnya acap kali meningkat seiring terjadinya bencana atau peristiwa yang menyita perhatian publik seperti pemilu/pilkada atau kehadiran BBM di Android/iOS. Meski dapat tersebar melalui media lain, di Indonesia hoax sering kali tersebar melalui BBM, aplikasi chat yang (masih) paling populer hingga saat ini. Kadang kita menyebut para penyebar hoax itu bodoh. Kadang kali kita menyebut mereka alay.

Masyarakat Indonesia belum banyak yang memiliki kebiasaan untuk mengkonfirmasi ulang kebenaran suatu informasi yang diperolehnya sehingga apapun informasi yang dibaca, dilihat atau didengarnya pertama kali tidak sedikit yang langsung menjadi suatu fakta bagi mereka. Mereka menjadi mangsa paling empuk untuk orang-orang yang tak bertanggungjawab menyebarkan hoax pertama kali.

Selain itu ada juga sekelompok masyarakat lainnya yang ragu akan kebenaran informasi yang diperolehnya namun tetap menyebarkan informasi hoax tersebut dengan dalih tidak ada ruginya memberitahukan orang lain agar waspada. Orang-orang berniat baik yang malas memastikan kebenaran informasi sebelum disebarkan justru malah jadi mangsa empuk penyebar hoax. Niat baik itu penting tapi memastikan niat baik kita tidak disalahgunakan juga tidak kalah penting.

Era informasi sekarang ini memungkinkan (hampir) semua orang dapat menyebarkan informasi apapun yang ia inginkan dengan media dan format apapun tanpa ada yang dapat menghalangi. Adalah kewajiban si penerima pesan untuk memfilter setiap informasi yang ia peroleh apakah layak untuk diteruskan atau tidak.

Bagaimana cara mengetahui broadcast message BBM yang kita terima itu hoax atau benar? Googling. Jika tidak menemukan apapun setelah Googling, pantau media-media mainstream (Detik, Kompas, MetroTV, dll). Jika masih tidak menemukan apapun, bertanyalah ke teman yang kamu kenal lebih mengerti teknis bidang tersebut. Jika tidak kenal seorang pun teman yang mengerti teknis bidang tersebut, tanyakanlah kebenarannya di media sosial seperti Facebook atau Twitter. Jika masih belum mendapatkan jawaban juga di media sosial dan tidak berhubungan dengan nyawa banyak orang, urungkanlah niat untuk menyebarkan BM tersebut tapi jika BM berhubungan dengan nyawa banyak orang, tambahkan keterangan “belum terkonfirmasi” di awal BM yang akan kita sebarkan.

featured image via liputan6.com

Artikel Menarik Lainnya:

The following two tabs change content below.
5 Years in IT Retailer, Startup owner, Gadget Enthusiast, Social Media Professional, Wordsmith, Amateur Jester.