Tanggal 3 September 2013 silam dunia dikejutkan dengan pengumuman perusahaan piranti lunak asal Amerika Serikat, Microsoft yang akan membeli mantan raja ponsel dunia asal Finlandia, Nokia. Proses akuisisi senilai total US$7.2 Milliar atau sekitar Rp81 triliun ini diperkirakan baru akan rampung pada kuartal pertama 2014 mendatang. Inilah 5 hal yang jarang orang ketahui saat Microsoft membeli unit bisnis ponsel Nokia :

1) Microsoft tidak membeli Nokia seluruhnya
Selain ponsel, Nokia juga memiliki unit bisnis lain. Salah satunya adalah NSN (Nokia Solutions and Network), perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur jaringan sekitar 150 negara ini mulai beroperasi penuh pada April 2007. Awalnya NSN merupakan usaha patungan Nokia dengan Siemens yang bernama Nokia Siemens Network. Pada Agustus 2013 Nokia membeli seluruh saham Siemens pada perusahaan tersebut dan mengganti namanya seperti sekarang.

NSN tidak ikut dijual ke Microsoft bersama dengan 2 unit bisnis lain yakni HERE (teknologi pemetaan) dan Advanced Technologies (lisensi dan pengembangan).

2) Harga pembelian Nokia dibandingkan dengan Skype
Microsoft membeli layanan video & voice chat ternama dunia, Skype pada Mei 2011 lalu senilai US$8.5 milliar atau lebih mahal US$1.3 milliar dibandingkan dengan harga pembelian unit bisnis ponsel Nokia pada September 2013.

3) Perbandingan kondisi Nokia saat Stephen Elop naik jadi CEO & Hari saat diakuisisi Microsoft
Stephen Elop menjadi CEO Nokia pada September 2010 menggantikan Olli-Pekka Kallasvuo dan merupakan direktur Nokia pertama yang bukan orang Finlandia. Selama proses akuisisi berlangsung, posisi beliau menjadi Nokia Executive Vice President of Devices & Services. Setelah seluruh proses akuisisi Microsoft terhadap Nokia usai pada kuartal pertama 2014, Stephen Elop akan menjadi Executive Vice President di Microsoft. Inilah hasil kerjanya selama menjabat sebagai CEO Nokia :

            a) Harga Saham Nokia
                 Saat pertama menjabat : US$11.28/lembar; Saat akuisisi Microsoft : US$3.9/lembar

            b) Pangsa pasar handset Nokia
                 Saat pertama menjabat : 33%; Saat akuisisi Microsoft : 14%

             c) Peringkat smartphone Nokia
                 Saat pertama menjabat : 1; Saat akuisisi Microsoft : 9

4) Pengaruh Terhadap Android
Berbeda dengan Apple dan Samsung yang gencar untuk saling menuntut pelanggaran paten masing-masing di pengadilan, Microsoft tercatat jarang melakukan penuntutan terhadap pelanggaran paten mereka. Microsoft lebih suka “meyakinkan” para pembuat perangkat Android untuk membayar lisensi atas penggunaan paten mereka. Hingga April 2013 tercatat sudah 21 produsen perangkat Android yang membayar lisensi paten ke Microsoft.

Kendati nilai lisensi yang dibayarkan oleh produsen Android per perangkat terjual tidak pernah diumumkan secara resmi, beberapa pengamat dan analis memperkirakan penghasilan yang diperoleh Microsoft dari lisensi paten perangkat Android ke Microsoft lebih besar dibandingkan dengan penghasilan Microsoft dari penjualan Windows Phone sendiri.

Saat membeli unit bisnis ponsel Nokia, Microsoft juga membayar untuk lisensi paten Nokia senilai US$2.2 milliar dan bukan membeli paten itu sendiri seperti yang dilakukan oleh Google saat mengakuisisi Motorola pada Agustus 2011. Apa artinya? Tidak menutup kemungkinan Nokia juga dapat menagih biaya lisensi paten mereka yang digunakan oleh produsen perangkat Android. Dengan demikian para produsen perangkat Android harus membayar lisensi paten Microsoft dan Nokia sekaligus.

Jadi jangan kaget harga ponsel & tablet Android akan naik tidak lama setelah proses akuisisi Microsoft terhadap Nokia ini selesai pada kuartal pertama tahun 2014.

5) Nokia setelah akuisisi
Setelah menjual unit bisnis ponsel, kini Nokia dapat fokus mengembangkan NSN (Nokia Solutions and Network), sebuah perusahaan jaringan telekomunikasi dunia dengan omzet sekitar US$18 milliar/tahun. Perusahaan ini baru saja meraih keuntungan pertamanya setelah mengalami kerugian operasional senilai milliaran Dollar Amerika selama 6 tahun berturut-turut.

Langkah Nokia ini mengingatkan kita pada perusahaan asal Swedia, Ericsson yang pada tahun 2011 lalu menjual kepemilikan 50% saham pada perusahaan ponsel patungan dengan Sony yang mereka rintis pada tahun 2001. Dari hasil penjualan saham tersebut, Ericsson menerima US$1.5 milliar yang dibayarkan oleh Sony. Setelah itu Ericsson fokus mengembangkan bisnis jaringan telekomunikasi miliknya.

 Dengan demikian berarti Nokia akan fokus bersaing dengan Ericsson, Alcatel Lucent, Huawei dan ZTE dalam bisnis jaringan telekomunikasi dunia. Saat ini mereka semua sedang berlomba-lomba mendapatkan kontrak untuk membangun jaringan 4G LTE dari operator seluler di seluruh dunia. Karena teknologi 4G LTE yang relatif baru dan jumlah pemain di bidang jaringan telekomunikasi masih sedikit maka besaran keuntungan yang diperoleh mereka yang memenangkan kontrak tersebut cukup tinggi.

Artikel Menarik Lainnya:

The following two tabs change content below.
5 Years in IT Retailer, Startup owner, Gadget Enthusiast, Social Media Professional, Wordsmith, Amateur Jester.