Saat ini nama Ouya masih asing terdengar di telinga orang awam di Indonesia namun game console Android Ouya yang pertama kali mengumumkan dirinya di situs pengumpul dana, KickStarter pada 3 Juli 2012 lalu ini tengah naik daun di luar negri. Pada saat itu Ouya berhasil mengumpulkan dana US$950,000 (sekitar Rp9.35 milliar) dalam waktu kurang dari 24 jam yang sekaligus memecahkan rekor pengumpulan dana terbesar hari pertama di KickStarter. Apa yang membuat Ouya populer?

1) Ukuran Mungil
Ketika Microsoft, Sony dan Nintendo membuat game console berukuran besar, Ouya malah melakukan sebaliknya. Fisik game console Ouya cukup kecil dan ringan dapat dengan mudah kita bawa-bawa hanya dengan 1 tangan.

2) Spesifikasi Teknis Tinggi
Ukuran mungil tidak membuat spesifikasi teknis Ouya menjadi jelek. Tidak cukup menggunakan prosesor 1.7 GHz Quad-Core ARM Cortex-A9, nVidia juga menyiapkan sebuah tim khusus untuk membantu Ouya menjadi perangkat nVidia Tegra 3 terbaik di pasaran saat ini.

3) Harga Terjangkau
Spesifikasi teknis tinggi dalam ukuran kecil tidak serta merta membuat harga Ouya melangit. Sebuah paket standar Ouya yang terdiri dari sebuah console dan sebuah wireless controller hanya seharga US$99 (Sekitar Rp975.000). Untuk dapat bermain berdua, pembeli dapat membeli tambahan wireless controller seharga US$49 (Sekitar Rp482.500).

4) Game Gratis
Spesifikasi tinggi game console yang dibanderol dengan harga terjangkau tidak membuat game-game Ouya jadi dijual dengan harga mahal. Game-game di Ouya dapat dimainkan oleh pengguna secara cuma-cuma. Lalu si pembuat game dapat uang dari mana? Pembuat game tetap dapat menghasilkan uang dengan penjualan item-item virtual, penawaran upgrade dari versi demo ke full version atau meminta pengguna melakukan pendaftaran.

5) Legalisasi Root (Hack)
Hampir semua pembuat ponsel dan tablet Android mengharamkan rooting yang dilakukan oleh pengguna dan menghukum mereka yang melakukan proses rooting dengan hilangnya garansi. Berbeda dengan Ouya yang justru melegalkan bahkan memudahkan root pada game console-nya dan mempersilakan penggunanya mengutak-atik perangkat keras Ouya.

Bulan April 2013 mereka yang tahun lalu telah melakukan pemesanan Ouya sudah memperoleh game console-nya pesanannya. Pertengahan April 2013, nama game console Ouya sudah muncul di FCC (Federal Communication Commision), semacam dirjen postel di Indonesia. Ouya sendiri akan mulai menjual game console-nya secara retail mulai 04 Juni 2013.

Bagaimana dengan Indonesia?

@GadgetGaul ragu Ouya akan menjualnya secara resmi di Indonesia namun menurut kebiasaan jika suatu perangkat memperoleh popularitas tinggi di luar negri maka penjual-penjual Ouya BM pun akan mulai bermunculan menjual Ouya tanpa garansi dengan harga hingga mencapai 2-3x lipat harga aslinya di luar negri.

Apakah suatu hari nanti Ouya akan mengalahkan Sony Playstation, Microsoft xBox dan Nintendo Wii? Bagaimana menurutmu?Artikel Menarik Lainnya:

The following two tabs change content below.
A dissident who searching for her Exodus • Drunken bouquet catcher w/ heels • Social Media Alienist @StellarNull