Saat ini, banyak sekali gadget canggih yang muncul terus menerus secara silih berganti. Sekitar belasan tahun lalu, handphone hanya dapat digunakan untuk sekedar menelepon dan mengirim pesan singkat. Kini, hand phone sudah bertransformasi menjadi smartphone, yang bukan hanya menjadi sekedar canggih, namun dapat memberi manfaat besar bagi manusia untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Agar smartphone dan gadget canggih lainnya dapat membantu aktivitas manusia terus menerus, dibutuhkan kapasitas baterai yang cukup besar. Namun, dengan baterai kapasitas besarpun, seringkali gadget mengalami low-batt. Segala hal diupayakan mulai dari membawa charger, sampai membawa power bank  kemanapun kita pergi. Berbagai cara juga dilakukan untuk memperpanjang umur / masa pakai baterai, tetapi, ada beberapa hal diantaranya hanyalah mitos belaka. Berikut mitos-mitos yang seringkali ditemukan atau barangkali pernah kita lakukan.

Mitos 1 : Baterai baru memerlukan battery charging pertama (initial charging) semalam penuh

Pada saat memegang gadget baru, tentu saja Gadgeteers sangat antusias dan ingin segera kutak kutik. Namun, karena Gadgeteers seringkali dianjurkan untuk melakukan charging pertama sebelum menggunakan gadget barunya, tentu saja hal ini menjadi penghalang bagi kamu yang ingin merasakan serunya mengeksplorasi gadget baru.

Tetapi tenang saja, teknologi masa kini telah memungkinkan kita untuk menggunakan gadget fresh out the box sebelum melakukan charging pertama kok. Kalibrasi yang tidak sempurna pada saat penggunaan pertama sebelum initial charging tidak semata-mata dapat merusak baterai, karena hal tersebut akan teratasi seiring dengan berjalannya waktu. Selain itu, melakukan  battery charging pertama kali seharian penuh juga tidak membuat masa pakai baterai lebih panjang, malah dapat mengakibatkan overheat dan mengurangi masa pakai baterai.

Mitos 2 : Overcharging menyebabkan berkurangnya masa pakai baterai Lithium Ion (Li-Ion)

Kebanyakan dari kita mengetahui bahwa kita tidak boleh sampai overcharge baterai gadget kita. Setelah fully charge, kita harus segera mencabut charger dari gadget karena dikhawatirkan akan terjadinya kebocoran pada baterai gadget. Padahal, baterai gadget yang berbahan Li-Ion tidak dapat overcharge karena di dalam baterai tersbut sudah ada sirkuit yang dapat memutuskan aliran listrik dari luar secara otomatis ketika baterai gadget sudah fully charge.

Namun, mencabut charger dari gadget setelah bateri gadget fully charge mempunyai kebaikannya tersendiri. Karena baterai berada di tempat yang tertutup pada saat proses charging sedang berlangsung memungkinkan terjadinya kenaikan suhu pada baterai. Jika terus menerus mendapatkan aliran listrik dari luar, baterai pada gadget bisa menjadi panas dan panas tersebutlah yang menyebabkan masa pakai baterai pada gadget berkurang.

Mitos 3 : Gadgeteers harus melakukan kalibrasi pada baterai berbahan Li-Ion secara rutin

Kalibrasi adalah proses pengisian baterai gadget dari 0% hingga 100%. Kalibrasi seringkali disarankan untuk dilakukan secara rutin bagi para pemilik gadget agar kapasitas maksimum baterai tidak menurun. Namun, kalibrasi kini sudah tidak deperlukan lagi karena berbagai baterai yang digunakan pada gadget saat ini sudah memiliki memori baterai. Baterai masa kini tidak seperti baterai pada zaman dahulu yang berpotensi untuk kehilangan kapasitas maksimum baterai secara perlahan.

sumber gambar : alobacsi(dot)vn

Artikel Menarik Lainnya:

The following two tabs change content below.
A dissident who searching for her Exodus • Drunken bouquet catcher w/ heels • Social Media Alienist @StellarNull